Perempuan Diharap jadi Agen Perubahan Lingkungan

SOLO--MICOM: Partisipasi perempuan di bidang penyelamatan lingkungan hidup masih rendah. Padahal dengan jumlah yang jauh lebih besar dibanding laki-laki, perempuan diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam bidang tersebut. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengemukakan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Peranan Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Solo, Senin (14/5).

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Organisasi Perempuan se-ASEAN

JAKARTA--MICOM: Kongres Wanita Indonesia (Kowani) akan menggelar pertemuan organisasi perempuan se-ASEAN atau ASEAN Confederation of Women's Organizations (ACWO) guna menyatukan peran perempuan untuk bertukar informasi dan pengalaman terkait berbagai strategi dan program. "Acara ini digelar dalam rangka keketuaan Kowani di ACWO periode 2010 - 2012 dan akan diikuti oleh 10 organisasi perempuan se-ASEAN," kata Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono di Jakarta, Sabtu (5/5).

Peran Wanita dalam Peningkatan Ekonomi sangat Besar

JAKARTA--MICOM: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Gumelar mengatakan peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi sangat besar bila diberikan kesempatan menjadi pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM). Peluang perempuan untuk dapat menjadi UKM sangat besar asalkan upaya itu didukung oleh sektor perbankan dengan menyalurkan kreditnya kepada para perempuan, kata Linda dalam sambutan pada pelaksanaan program Corporate Responsibility (CR) 'BII Berbagi' untuk pemberdayaan wanita melalui micro financing di Jonggol, Jawa Barat, Sabtu (26/5).

UU Kesetaraan Gender Ditargetkan Tuntas 2012 Ini

JAKARTA--MICOM: Pemerintah menargetkan Rancangan Undang Undang Kesetaraan Gender (RUU KG) bisa disahkan menjadi undang-undang pada akhir tahun 2012 ini. "Kami optimistis RUU tersebut bisa disahkan menjadi UU pada akhir tahun 2012 ini," kata Deputi bidang Pengarusutamaan Gender bidang Politik Sosial dan Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ida Wulan di Jakarta, Selasa (22/5).

637 Kasus Penganiayaan Wanita dan Anak

DENPASAR, KOMPAS.com - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali mengatakan, pelaporan kasus kekerasan dalam rumah tangga di Pulau Dewata kini cenderung meningkat, seiring dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan badan tersebut. "Berdasarkan catatan sementara kami, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun 2009 yang jumlahnya 637 kasus," kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Bali Terry Saputra di Denpasar, Minggu (21/11/2010).

Perempuan, Aset Pembangunan Bangsa

JAKARTA, KOMPAS.com - Perempuan sebagai warga negara merupakan aset dan potensi bagi bangsa Indonesia. Jumlah populasinya pun relatif lebih banyak dari populasi kaum pria, yakni 50,01 persen. Karenanya, kaum perempuan harus ikut dilibatkan dalam pembangunan bangsa ke depan. "Dari 225 juta penduduk Indonesia, perempuan 50,1 persen. Karenanya perempuan harus dilibatkan dalam pembangunan, karena jika tidak maka akan terjadi ketimpangan," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta Swasono... Kamis (16/7).

Seribu Perempuan dan Anak NTB Jadi Korban Kekerasan

MATARAM, JUMAT — Lebih dari seribu perempuan dan anak di NTB selama 2008 teraniaya karena belum ada aturan yang fokus pada perlindungan dan pencegahan terhadap perempuan dan anak dari korban kekerasan. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Keluarga Berencana (KB) NTB Dra Ratningdiah MH mengemukakan hal itu di Mataram, Jumat, seusai memimpin rapat pemantapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pencegahan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

Pemberdayaan Perempuan Dan Kemiskinan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakWebsite ini dibuat untuk mendukung Visi, Misi, dan Tujuan Kementrian PP dan PA:

VISI
Terwujudnya kesetaraan gender dan terpenuhinya hak anak

MISI
Meningkatnya kesejahteraan dan kualitas hidup perempuan dan anak


TUJUAN
Tujuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah:
•Mewujudkan program dan kebijakan pemerintah yang responsif gender
•Memastikan peningkatan dan pemenuhan hak-hak perempuan
•Memastikan peningkatan dan pemenuhan hak-hak anak
•Menjamin realisasi kebijakan pada sistem data yang responsif gender dan sesuai dengan kepentingan anak
•Mewujudkan manajemen yang akuntabel

"Tujuan ini akan tercapai melalui dua fokus utama. Pertama, peningkatan kapsitas kelembagaan dalam mendukung pencapaian pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan, melalui implementasi strategi pengarusutamaan gender termasuk dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam proses perencanaan dan penganggaran di setiap kementerian atau lembaga. Fokus ini bertujuan untuk mendukung perbaikan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan seta peningkatan perlindungan bagi perempuan dari setiap tindak kekerasan. Yang kedua, peningkatan kapasitas kelembagaan dalam mendukung pencapaian perlindungan anak melalui (a) memformulasikan dan mengharmonisasikan berbagai macam regulasi yang berkaitan dengan perlindungan anak; (b) meningkatkan kapasitas dari implementasi perlindungan anak; (c) meningkatkan pengadaan data dan informasi dalam perlindungan anak; (d) meningkatkan dan mengkoordinasikan kerjasama dengan stakeholder terkait dalam memenuhi hak-haik anak serta meningkatkan perlindungan bagi anak-anak dari setiap tindak kekerasan dan diskriminasi."
Ref: http://www.menegpp.go.id/

Bidang PAUD dan KASI PAUD"SOLO - Kementrian Koordinasi Pemberdayaan Perempuan saat ini sedang mempersiapkan sekolah ramah anak.

Hal itu diungkapkan Direktur Direktorat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra Ninin Nirawaty MEDPA di hadapan Kepala Bidang PAUD dan KASI PAUD serta pengelola PAUD seluruh Indonesia yang berlangsung di Solo mulai tanggal 17 hingga 21 Februari.

Dijelaskan Ninin, saat ini Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sangat peduli dengan Pendidikan Anak Usia dini dan pendidikan anak pada umumnya. Karena itu saat ini pihaknya tengah mempersiapkan Sekolah Ramah Anak.

"Saat ini visi Kementrian Pemberdayaan Perempuan adalah terwujudnya kesehatan gender dan perlindungan anak," papar Ninih." Ref: http://www.riauonline.com/

JAKARTA: PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tangerang Mill kembangkan program pemberdayaan ekonomi perempuan, sebagai kegiatan CSR perusahaan. Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam pencapaian Millennium Development Goals (MDGs).

Perusahaan yang memiliki pabrik di wilayah Tangerang, Banten, tersebut saat ini tengah menjalankan pembinaan bagi beberapa kelompok perempuan di sekitarnya. Misalnya, satu kelompok perempuan yang dibina menerima pelatihan produksi kerajinan, yang akan dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran.

"Kelompok perempuan ini diharapkan dapat membangun usaha kerajinan, yang pemberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar," kata Hendra Gunawan Hoo, Managing Director Corporate Affairs and Communication Asia Pulp & Paper (APP)-induk perusahaan Indah Kiat-hari ini.

Untuk bidang pendidikan, lanjutnya, Indah Kiat memberikan beasiswa kepada para murid di sekitar mill (pabrik), dan telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Sementara itu di bidang kesehatan, lanjutnya, pabrik Indah Kiat di Tangerang memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, termasuk layanan bagi balita dan ibu.
Ref: http://www.bisnis.com/

Waspadai Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Tetapi tidak semua setuju: Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan agar kaum perempuan mewaspadai program pemberdayaan ekonomi perempuan. Mereka mengemukakan hal itu dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Rabu (22/12) kemarin.

Dalam aksi yang melibatkan massa dari wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, dan Bekasi itu, Muslimah Hizbut Tahrir menegaskan bahwa perempuan tidak boleh dijadikan kepala keluarga atau tulang punggung perekonomian rumah tangga.

“Perempuan seharusnya fokus pada peran sebagai ibu yang mendidik generasi bangsa bukannya sebagai kepala keluarga yang disebabkan tanggung jawab ekonomi,” tegas Iffah Ainur Rochmah juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.

Iffah juga menambahkan bahwa pergeseran peran perempuan itu disebabkan terutama oleh paham kapitalisme yang dianggapnya diterapkan di Indonesia.

“Program pemberdayaan perempuan ke sektor publik yang kemudian bermuara pada oritentasi ekonomi merupakan akibat dari penerapan sistem kapitalisme Indonesia,” tutur perempuan asal Bogor itu. Kapitalisme menurut Iffah adalah yang paling bertanggung jawab atas terpeliharanya kemiskinan.
Ref: http://kampungtki.com/

Re: “Perempuan seharusnya fokus pada peran sebagai ibu yang mendidik generasi bangsa bukannya sebagai kepala keluarga yang disebabkan tanggung jawab ekonomi,”

Yang kami ingin tanya:

    • Apakah, kalau suaminya sakit dan tidak bisa kerja, siapa yang menjadi "tulang punggung perekonomian rumah tangga"? Apakah ibu sudah siap bekerja?
    • Apakah, kalau suaminya meninggal, atau meninggalkan keluarga, siapa yang menjadi kepala keluarga? Siapa yang menjadi "tulang punggung perekonomian rumah tangga"? Apakah ibu sudah siap menjadi kepala keluarga dan kerja?
    • Apakah, ibu mungkin bisa "mendidik generasi bangsa" lebih baik maupun dapat meningkatkan aspirasi dan masa depan anak-anak kalau kelarganya lebih sejahtera dan ibu juga berpengalaman dan mengerti dunia kerja?
    • Apakah, kalau perempuan belum menikah bagaimana?
      Apakah sebaiknya perempuan tidak menikah kalau ingin membangunkan karir?
    • Apakah, kalau perempuan adalah guru yang mengurus pendidikan untuk banyak generasi bangsa, beliau juga tidak boleh kerja?
    • Apa solusinya untuk mengatasi kemiskinan kalau penghasilan "tulang punggung perekonomian rumah tangga" (suami) tidak cukup untuk kebutuhan keluarga-nya?
    • Apakah, "Kapitalisme adalah yang paling bertanggung jawab atas terpeliharanya kemiskinan" betul? BUKAN KORUPSI dan MANJEMEN NEGARA YANG KURANG BERMUTU? Bagaimana negara seperti Singapore dapat berhasil tanpa sumber alam?

Kalau kita membaca:

"Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bidang Kesejahteraan Rakyat Muhaimin Iskandar mendesak pemerintah untuk menghentikan secara total pengiriman TKI ke wilayah Timur Tengah, menyusul maraknya kasus kekerasan fisik dan seksual yang menimpa TKW." (Ref. Kompas Rabu, 22 Oktober 2003)

"Jurnal Perempuan Online-Jakarta, Korban kekerasan dan perkosaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Saudi Arabia yang dipulangkan ke Indonesia, sampai hari ini (16/10/2003) masih mengalami trauma akibat perkosaan yang dialaminya. Hal ini dialami oleh Anna, 18 thn (bukan nama sebenarnya) yang terbaring di ruang perawatan intensif Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Polri - Jakarta Timur."

Bagaimana dengan Prostitusi? (Kompas Senin, 02 Juni 2003) - "Menurut menteri yang melaporkan hal ini kepada presiden, jumlah buruh migran perempuan Indonesia yang terlibat praktik prostitusi di Arab Saudi berjumlah ribuan orang." (Ini orang Indonesia saja)

"Kejam, Korban Perkosaan Justru Dipenjara" - "Meski berada di penjara, Nur melewati hari-harinya dengan cukup terhibur dan penuh kesibukan karena kehadiran Rani. Suasana berubah ketika hari pelaksanaan hukuman cambuk tiba. Sesuai aturan hukum di Saudi, mereka yang terjerat kasus perkosaan dikenai hukuman cambuk dengan rotan. Dan untuk kasus Nur, dia terancam 2.000 kali cambukan yang mesti dicicil selama 2 tahun. (Sumber Kompas.Com November 24, 2008)"

"TKW Kuwait Disetrum di Penampungan Ashkanani" - "Ria mengalami cidera dii matanya dan patah kakinya oleh majikannya disetrum di penampungan Ashkanani. Bukan hanya itu saja, TKW lain juga diperkosa di sana, kata Ria di pertemuan Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) Rusjdi Basalamah, Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus M Yamani, Ketua Bida Organisasi Indonesia Employment Agencies Asociation (Idea) Aminullah dan dihadiri Konsul I KBRI Kuwait dan 339 TKW di musholla KBRI Kuwait, Senin (23/3)." (Sumber: Media Indonesia Online March 24, 2009)

Apakah itu tidak lebih baik kalau kita menyiapkan perempuan-perempuan di Indonesia dengan pendidikan dan keterampilan yang bermutu supaya mereka dapat mencari pekerjaan yang dihargai, dan dapat mencari pekerjaan di negara-negara yang mungkin lebih baik dan melindungi perempuan? Ref: http://pendidikan.net/



Dibuat Juni 1, 2012



From Poverty To Power

From Poverty To Power

Global Citizenship

What is Global Citizenship?
What is Global Citizenship?

Oxfam works through education to empower young people to act for a more just, secure and sustainable world.
Download 'Education for Global Citizenship: A Guide for Schools'


Kemiskinan Indonesia

Poverty In Indonesia

Telecenters Vs Poverty


Pelajaran Berbasis-ICT?

Ilusi atau Solusi?
Ilusi Atau Solusi?

Sistem2 Pendidikan

Challenges In The Current Education Systems

Metodologi Efektif

Metodologi Bermutu

Pusat Pembelajaran?

Perpustakaan Sekolah

Pendidikan Kelas Dunia

Pendidikan Tingkat Dunia

Link-Link Terpopular

50 Link Yang Terpopular